• Home
  • SMS Cinta
  • Kata Mutiara Cinta
  • Puisi Persahabatan
  • Kata Motivasi
  • Puisi Cinta
  • Kata Lucu
  • Pantun Lucu
  • Animasi Lucu
  • Humor Lucu
  • Pantun Jenaka

Kumpulan Cerpen Indonesia Terbaru 2017

Kumpulan Cerpen Indonesia Terbaru  2017
  • Kirim Cerpen
  • Cerpen
  • Puisi
  • Kata Mutiara
  • Naskah Drama
  • Cerita Rakyat
  • Cerita Lucu
  • Kata Bijak
  • Teks Pidato
  • Gambar Lucu
  • Kata Galau
Home » Cerpen Cinta » Soulmate Karya Sri Lestari

Soulmate Karya Sri Lestari

SOULMATE 
Karya Sri Lestari

Namaku Tamara, meskipun aku tak bisa melihat saat ini, tapi aku bahagia karena memiliki orang-orang yang begitu mencintaiku. Aku sangat suka melihat awan. Dulu ketika kedua mata ini masih bisa disentuh oleh cahaya-cahaya terang dari sang mentari. Aku selalu berada disana, di tempat dimana aku selalu terjaga dengan seseorang yang membangkitkan hati ini. Meskipun aku sadar, kalau dulu dan sekarang kini telah jauh berbeda.

Tapi tidak dengan perasaanku ini. Semuanya masih tetap sama. Aku sama seperti kalian yang pernah merasakan jatuh cinta dan sakit hati. Dan itu tidak jauh lebih baik dengan kehidupanku yang saat ini. Awalnya aku tak berfikir untuk meninggalkan perasaan ini. Namun ketika aku sadar dengan keadaanku yang saat ini, semua harapan telah hilang dan keinginan untuk pergi jauh dari perasaan itu semakin kuat padaku.

Aku masih bisa berjalan dan mendengar. Aku masih sering tersenyum ketika seseorang menyapaku saat melewati jalan yang sering aku lalui setiap harinya. Meskipun dengan tongkat, tapi setidaknya aku tak membebani orang lain untuk melakukan aktivitasku.

Aku masih bisa merasakan kehangatan sinar matahari yang meresap ketubuhku, dan aku sangat bersyukur. Aku pernah merasakan sakit hati. Dan hingga saat ini aku sampai lupa bagaimana rasanya. Karena hal yang menyakitkan itu sering datang dalam kehidupan..

Akan tetapi, untuk terakhir kalinya juga aku masih mengingat bagaimana rasanya mencintai seseorang. Sampai detik dimana aku tak lagi pantas untuk tetap mencintainya. Aku selalu merasa jatuh cinta bagi seorang gadis buta sepertiku ini, hanyalah sebuah dongeng yang tak nyata.

Berbeda jauh dengan masalalu. Bahkan setiap harinya aku mampu mengatakan pada diriku kalau aku telah jatuh cinta padanya...


#Flashback#

Hari ini, aku merasa dilema, seseorang telah aku kenal satu tahun belakangan ini mengutarakan perasaannya padaku tanpa bertatap muka. Dan seseorang yang mengenalku jauh lebih lama juga mengutarakan perasaanya padaku dihari berikutnya..

Aku yang terpaku didepan Billy saat mengutarakan perasaannya padaku begitu terkejut. Aku dan billy, kami mengenal sejak lama ketika masih SMP hingga saat ini hubungan kami sebagai seorang teman tetap terjaga. Kejadian seperti ini memang sering terjadi.. Seorang teman yang mengaku mencintaiku. Meski sorot mata itu tidak menggetarkan hatiku, entah kenapa aku tak kuasa menolaknya dan berkata Ya untuk menjadi kekasihku. Aku bahkan mampu mengabaikan perasaan yang kurasa ini adalah tanda-tanda cinta pada Natan, seseorang yang juga mengutarakan perasaannya padaku lebih dulu daripada billy.

Natan sama sekali tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya dariku, bahkan lewat seorang teman dekatku Ve diapun mencertiakan apa yang dia rasakan ketika aku dan billy telah menjalin hubungan. Namun etelah ini hubungan kami masih terlihat baik.. Natan adalah pria dewasa yang aku cintai. Dan aku masih bersembunyi dari rasa cintaku padanya.

Kesedihanku dimasalalu membuatku sedikit depresi dan sempat menutup diri, terutama hatiku. Kesalahanku menjadikan billy sebagai seseorang yang kupikir mampu menghapus kesedihan itu ternyata SALAH. Dua tahun aku dan billy bersama.. Aku dan billy, kami berdua masih seperti seorang teman. Kadang kami bertengkar lalu baikan lagi seperti bagaimana di alami pasangan lainnya.

Teman tetaplah teman. Aku rasa tak akan lebih kecuali menjadi seorang sahabat ataupaun saudara. Semakin sering aku berada didekat billy. Semakin aku menyadari kalau aku tidak mencintainya. Dan semuanya terasa begitu hambar. Sedangkan natan masih terjaga sendiri dan bersembunyi dari rasa kecewanya seperti bagaimana aku saat ini~

Aku pernah merasakan sakitnya dikhianatin dengan seseorang yang pernah aku cintai dimasalalu. Bahkan hubungan kedua orangtuaku yang berakhir sudah cukup membuatku jerah. Tapi ada rasa sakit yang lebih kini aku rasakan. Yaitu menyembunyikan perasaan cinta pada seseorang yang jelas-jelas hampir menjadi milikku.

Bahkan berpura-pura cinta dan menjalin hubungan dengan orang yang sama sekali tidak aku cintai. Hubungan yang telah aku pertahankan dua tahun sudah, akhirnya telah berakhir. Bahkan billy-pun terlihat pasrah pada keputusanku, meski dari sorot matanya penuh kekecewaan.

Aku telah menyakiti billy. Tapi saat itu aku benar-benar buntu tak tahu harus berbuat apa selain mengakhiri hubungan kami yang penuh dengan kebohongan.

Berakhirnya hubunganku dengan billy sebagai seorang kekasih. Bahkan telah berakhir juga hubngan kami sebagai seorang teman, dan itu bukan sama sekali harapanku. Dan bukan hanya billy yang merasakan sakit itu, begitupun aku!!

Enam bulan berlalu..

Billy tak sama sekali pernah menemuiku atau mengontekku. Begitupun sama halnya denganku. Mungkin kami memang perlu waktu. Waktu untuk mencari jawaban dari keputusanku.

Aku dan perasaanku masih tetap sama pada natan~ Hubungan kami masih sangat baik, meski sudah tak lagi bertemu.. Berbeda dengan billy dan aku yang kini saling menjauh. Sejak dulu mungkin billy-pun juga merasakan rasa sakit yang sama denganku. Aku hanya mampu menunjukan perasaanku sebagai seorang teman kepadanya bukan sebagai seorang kekasih. Dan karena itu billy selalu berpura-pura menjadi laki-laki yang tak peka dan membuatku jenuh. Dan keputusan mengakhiri hubungan kami berdua mungkin memang sudah sangat tepat.. Kami saling menyembunyikan perasaan itu~ Hingga pada titik dimana aku tak mampu lagi membendung rasa itu,dan mengakhiri semua kebohongan ini.

BIlly, sosok itu. Aku tak pernah tau lagi tentangnya sampai detik ini. Dan Natan, Tentangnya, aku begitu tau dan selalu ingin tau tentangnya~ Bukankah ini yang dinamakan CINTA. Tapi natan, Dia masih tetap bersembunyi dari perasaannya. Dan AKU, Sendiri masih suka menatap awan yang berjalan dilangit.. Dan di setiap kali aku melihat awan yang bergerak karena hembusan angin, aku begitu terbawa suasana dan mengingat perasaanku yang kini jauh untuk menjadi nyata pada natan~

Seandainya saja aku mampu mengulang waktu itu. Mungkin kehampaan ini tak akan ada. Tapi percuma penyesalan itu selalu singgah dipikiranku, karena semua tak akan pernah berubah.

Billy yang sekarang masih terus menjauh dari hidupku. Dan natan yang masih bersembunyi dari perasaan kecewanya padaku.

Dan aku, Berdiri dalam kehampaan dan penyesalan karena telah menyakiti perasaan mereka bahkan perasaanku sendiri.

Namun aku tidak pernah letih. Seperti awan yang selalu sabar menanti angin meskipun angin tak selalu melihat keberadaannya. Awan selalu setia kepada angin karena anginlah yang mampu membuatnya bergerak, meskipun angin terkadang terlihat sangat egois kepadanya~ Awan tak akan mengelak pada takdirnya, yang memang harus selalu menanti sang angin datang.

Soulmate  Karya Sri Lestari

Begitupun perasaanku pada natan. Meskipun natan kini selalu bersembunyi dalam rasa kecewa dari cintanya padaku, aku akan tetap menunggu. Aku akan menunggu saat dimana takdir berpihak pada kami untuk bersama~

Satu tahun-pun berlalu..

Aku tak mampu memendam lama lagi perasaan cintaku ini yang telah aku sadari hadir sejak lamanya dan baru kuyakini pada natan.

Sore itu..

Tempat dimana aku berdiri saat ini, entah kenapa suasana hatiku begitu tak tenang. Berbeda dari biasanya, aku menatap awan dengan hati yang tak tenang. Seolah semuanya terasa gelap!? Hari dimana aku akan mengutarakan perasaanku pada sosok yang selama ini selalu hadir dipikiranku dan menetap dihatiku.

Natan. Aku akan mengungkapkan perasaanku padanya hari ini. Di sebuah danau tempat aku menunggunya yang tak kunjung datang. Mataharipun hampir terbenam. Aku masih terjaga dan menunggunya dengan perasaan cemas.

"Tam.. " Panggilnya dengan lembut dan akupun menoleh.
"Hay apa kabar?? " Tanyanya.. Aku-pun menyambutnya dengan senyuman, danbalk menanyakan kabarnya.

"Aku, aku baik. Kamu ?"kataku dengan gagap.

Natan hanya tersenyum, dan tanpa basa-basi lagi natan menanyakan tentang pertemuan ini. Natan tak bisa menyembunyikan perasaannya dariku meski tak mengutarakannya padaku. Aku bisa melihat masih tersimpan rasa rindu padaku dihatinya, lewat sorot matanya yang terus menatap denga lembut. Kami sempat saling tatap cukup lama. Kemudian tatapan itu-pun berlalu karena hembusan angin yang menghampiri kami.

Aku dan natan. Kami-pun jadi salah tingkah akhirnya. Dan natan berusaha untuk menghindar saat itu.

"Kalau kau tak bicara lebih baik aku pergi!" Ucap natan padaku yang masih membungkam.

Aku-pun benar-benar tak kuasa untuk mengutarakannya. Tapi natan yang begitu peka berusaha memancingku untuk bicara dengan membalikan badannya dan ingin pergi, tapi aku menghentikannya.

"Tunggu!! Tunggu natan.." teriakku.

Natan-pun menoleh padaku dan menatap dengan penuh tanda tanya padaku.

"APA?! " Tanya-nya dengan meninggikan dagu.

Meskipun begitu, aku yakin saat itu ia sedang berusaha menyembunyikan rasa penasarannya. Dan akhirnya aku-pun mempunyai keberanian untuk bicara.

"Nataan.. Sebelum aku mengatakan hal ini, kamu harus janji tidak akan marah dan tidak terkejut." Pintaku padanya. Natan-pun menatapku, dan mengangguk mengiyakan.

"Natan~ "
"Aku, aku cinta sama kamu..." Ungkapku dengan nada syahdu.

Natan menatapku dengan mata terbelalak dan heran. Keringat dingin menguasai tubuhku, sedangkan natan masih terpaku dan pipinya mulai memerah sama sepertiku. Dua menit berlalu, aku bagai mengungkapkan rasa ini lewat mimpi dan masih harus menemukan jawabannya didunia nyata. Dia menatapku dengan tatapan yang tajam dan penuh kekecewaan seketika. Aku-pun yang melihatnya sangat tak percaya. Natan berpaling dariku tanpa bicara apapun. Dia berjalan pelan menjauh dariku tanpa menoleh sedikitpun meski aku memanggilnya !!

Bukankah ini yang dinamakan KARMA. Balasan cinta natan padaku berupa kekecewaannya dimasalalu. Aku pernah mengabaikan rasa cintanya padaku, dan sekarang semua berbalik padaku.

Langit telah kehilangan sinar mataharinya. Dan aku masih terjaga ditempat itu.. Aku yang tak mampu berdiri lagi akhirnya berlutut dihamparan rumput, dan natan tak menghiraukan aku. Mata ini masih menatap lurus melihat kepergiannya.. Tatapanku masih mengiringi langkah kakinya yang semakin menjauh dariku.

Hati ini terus berkata penuh penyesalan. Rasanya aku tak ingin melihat dia yang seperti ini. Berlalu dari hidupku begitu saja. Dan aku tak bisa diam begitu saja !! Aku mencoba bangkit dan berlari mengejar natan yang semakin menjauh. Dan berlari memanggil-manggil namanya meski dengan suara yang terdengar pelan baginya.

Dan hari itu, Dimana sesuatu telah terjadi dan merubah hidupku. Apa yang kupikirkan adalah natan. Aku ingin bicara padanya, meski dia tak mau medengar. Sampai sebuah mobil menabrakku dengan begitu kencang ! Di persimpangan jalan membuatku terpental jauh.

Dan hari itu, Dimana hari terakhir aku melihat wajah seseorang yang aku cintai. Dimana hari terakhir aku dapat melihat awan yang berjalan beriringan tertiup angin. Dimana ketika aku melihat kekecewaan dari wajah itu, meski sebelumnya aku melihat cinta dari sorot matanya..

Aku pernah bermimpi sebelumnya. Melihat rembulan begitu terang menyinariku. Tiba-tiba cahaya rembulan itu seketika redup dan aku tak bisa lagi melihat cahaya terang rembulan itu. Sesuatu telah terjadi padaku. Dan ini adalah hal terburuk dalam hidupku. Kecelakaan itu telah merebut sesuatu yang sangat berharga yang aku miliki. Aku hidup dengan penuh kegelapan.. Kini melihat diriku sendiripun dalam cermin aku tak mampu.

Namun wajah natan selalu mampu hadir dalam bayanganku. Aku masih selalu ingat sorot mata indah itu. Meskipun kini aku tak lagi bisa melihat langsung indahnya sang awan saat sore hari, tapi aku masih mengingat gerakan indahnya itu ketika tertiup angin dalam bayanganku~

Enam bulan berlalu setelah kejadian pahit itu..

Aku tamara. Aku masih mencintai natan hingga saat ini. Aku masih mengingat indahnya sorot mata itu. Dan aku sudah tak berharap lagi untuk bisa memiliki natan seutuhnya dalam hidupku. Cinta seorang gadis buta yang tak bisa melihat sepertiku ini, kurasa hanya milikku sendiri. Tak perlu balasan cinta darinya.. Aku hanya perlu memejamkan kedua mata dan membayangkan saat-saat sorot mata kami berhadapan dihari yang tak terlupakan. Dan aku merasa bahagia.

Meskipun tak bisa melihat, dan harus menggunakan tongkat dalam hidupku untuk menuntun langkah kaki seperti yang saat ini aku lakukan. Aku memejamkan mata dan menikmati hujan yang mengguyur bumi dan membasahi tubuh ini meski dalam kesendiriran. Hujan telah menyapu semua beban kesedihanku di tempat ini. Tempat dimana aku mengungkapkan rasa cinta kepada natan. Meski natan berlalu dalam hidupku saat itu. Tapi natan tak pernah hilang dari ingatanku dan dari hatiku.

"Natan ???? " Ucapku, menyadari kalau ada seseorang yang memayungiku diderasnya hujan yang mengguyur.

Aku terdiam dan berusaha merasakan kehadiran sosok itu. Karena hanya natan yang memang hadir dalam pikiranku..

Natan berdiri dihadapanku, dan menangis.. Aku tahu itu, dan merasakan ia begitu dekat.

"Natan??! " tanyaku lagi.
"Iya tam, aku natan" Jawabnya, melawan deras dan kencangnya hujan.

Aku-pun tersenyum dan merasa haru tak percaya karena kini natan berada didekatku! Tangan itu menyentuh tanganku dengan lembut dan menggenggamnya erat.

Natan, Dengan erat dia memelukku. Mengutarakan rasa cinta yang menetap dihatinya sangat lama kepadaku, dihari itu.

Aku dan Natan. Apa yang kami rasakan sama.. Dan semua itu tidak akan pernah berubah..

Beberapa menit-pun berlalu.. Hujanpu tak lagi deras dan kami masih terjaga ditempat itu. Tempat dimana aku mengutarakan rasa itu. Dimana saat natan berlalu dariku. Kini dimana tempat itu menjadi tempat dimana cinta kami menjadi satu. Aku bahagia meskipun aku tak dapat melihat wajahnya lagi. Tapi aku masih mengingat jelas wajah itu dan sorot mata yan begitu indah.

Natan kini selalu disampingku, melewati hari-hari denganku. Dan aku yang tak bisa melihat apapun dan hanya kegelapan dari pandanganku. Kini semua terasa berubah setelah natan kembali dalam hidupku. Cinta seorang gadis buta yang menjadikan tongkat sebagai penuntun jalan, kini telah berubah. Yang kupikir mustahil dan tak akan pernah terjadi. Tapi kini terjadi..

Natan dia selalu disisiku tanpa pernah mengeluh. Cintanya selalu memberiku kekuatan. Sosoknya begitu nyata saat ini dalam kehidupanku. Karena natan dia adalah Soulmate dalam hidupku.

Profil Penulis:
Sampai saat ini masing sering menulis dan berkeinginan untuk menulis selamanya~
Masih suka memposting cerpen di grup tertutup di akun facebook.

Akun facebook : Rii Lestari Ichiri
Akun twitter     : Sri Lestari adf

Share This To :
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • LinkedIn
  • Technorati

Artikel Terkait Dengan Soulmate Karya Sri Lestari

Ditulis Oleh: Gyan Pramesty - Published at : October 15, 2017
Label: Cerpen Cinta
Newer Post Older Post Home

ARTIKEL TERBARU

DMCA Protection | TOS | Privacy Policy | Disclaimer | Author
Copyright 2012-2016. Hak Cipta Di Lindungi Undang-undang
Soulmate Karya Sri Lestari